Jumat, 01 Februari 2019

Sastra dalam Rupa "Babad Diponegoro"

| No comment




Salaam,


Alhamdulillaah syukur kami berkesempatan kembali untuk mengapresiasi karya teman kami Camelia Mitasari Hasibuan, seorang seniman muda Banguntapan punya. Buat teman teman yang mau mengapresiasi atau mau hunting lukisan yang menceritakan kehidupan Pangeran Diponegoro sejak lahir hingga akhir hayat beliau yang dilukis oleh 51 perupa bisa main ke Jogja Gallery (Jl. Pekapalan No. 7 Alun alun Utara Yogyakarta).  Informasi selengkapnya sebagai berikut:




Kedaulatan Rakyat | 2 Februari 2019


Babad Diponegoro merupakan naskah yang berisi biografi kehidupan Pangeran Diponegoro di tahun 1800an (1785 s.d. 1885). Babad Diponegoro therpilih sebagai Memory of the World pada 2013 oleh UNESCO, sangatlah menarik ketika disajikan dalam wujud visual.  




Pembukaan Acara | 1 Februari 2019



Para Perupa yang telah menginerpretasi adegan dalam naskah Babad Diponegoro




Para Pengunjung





MENEMBUS SERANGAN GILY SPEI
135 x 100 cm
Cat minyak di kanvas
2019

Pupuh XVII (MIJIL)
Pangeran Diponegoro dihujani tembakan oleh tentara Inggris pada Perang Spei yang dipimpin oleh Jenderal Gily Spei, tetapi tidak dihiraukan. Asap senjata membuat suasana menjadi gelap.
Efek kamera mengurangi kualitas lukisan, baiknya langsung mengunjungi galeri saja :D

Acara ini berlangsung sejak tanggal 1 Februari hingga 24 Februari 2019 di Jogja Gallery Alun alun Utara Yogyakarta.






Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar