Senin, 02 Juli 2018

Beda Agama, Kasta, Budaya, Kufu, Suku, hingga Beda Pulau

| No comment



Pada dasarnya manusia antara satu dengan lainnya adalah berbeda-beda, tak ada satupun yang sama. Usaha yang dilakukan setiap manusia juga berbeda-beda sehingga hasilnya tidak sama. Lalu bagaimana dengan pernyataan "Sama Rata Sama Rasa" ?

Orang bilang, perbedaan itu indah. Namun saat ini saya sedang dihantui penyesalan yang salah satu penyebabnya adalah "tanggapan akan perbedaan". Ya, bila dihadapkan dengan suatu perbedaan, akan muncul berbagai tanggapan sesuai pendapat masing-masing.


Adalah Ian, orang yang saya kenal saat di bangku sekolah dan ternyata menjadi teman sebangku saya. Saat saya merasa hanya saya satu-satunya siswa yang kurang minat dengan sepakbola, saya malah tidak sengaja mendengar dari mulut Ian bahwa ketia ia susah tidur maka nonton bola adalah solusinya. Rupanya kami memiliki cukup banyak persamaan, saat itu saya sempat mengira bahwa kami akan menjadi sahabat selamanya. Namun tak bisa dipungkiri bahwa perbedaan agama rupanya benar-benar membuat saya rada canggung. 

Itu baru temen, calon sahabat. Bagaimana bila mendapat upgrade?? 
Beberapa orangtua menganggap perbedaan suku, kufu, tingkat pendidikan, hingga kasta secara berlebihan sehingga menjegal seseorang yang sedang berlari menuju kepadanya :v *no offense*

                    
Pada menit ke 8an Nufi berkata-kata 
Postingan ini merupakan antiklimaks, saya tidak yakin akan ada klimaks kedua, ketiga, dan seterusnya.. Masih Syawal, sekalipun memberi dan meminta maaf tidak harus pas Syawal :P
Tags : , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar