Minggu, 05 November 2017

Budak Kapitalis

| No comment
https://www.facebook.com/KomikBiebo/


"Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar." 
(https://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme)


Salaam,



Suatu Ahad pagi sebelum ngajar saya sempatkan curhat kepada senior saya, bahwa saya adalah budak kapitalis. Yaa, bagaimana tidak hari ahad yang pada umumnya hari libur malah saya gunakan untuk masuk "nguli" sekalipun apa yang saya kerjakan tergolong santai, bertemu dengan bapak/ibu guru TK dan SD sambil berbagi pengetahuan.

Chat Pribadi
 


Namun ternyata tidak sesantai yang saya bayangkan, karena saya melakukan hal serupa dari hari Ahad hingga Sabtu a.k.a 7/7 hari. Alhamdulillaah :)


Dulu saat masih di bangku kuliah (paksa) sarjana saya tidak pernah mikir serius mau kerja dimana, kerja seperti apa, dan bagaimana. Sebagai hasilnya saya cuma "nyambi" dan nyambi. Tahun 2015 saya resmi mengawali dunia "perngulian" di bimbingan belajar milik orangtua saya. Meskipun sebelum sebelumnya saya juga turut berpartisipasi namun belum resmi. 


Pada tahun yang sama saya ditawari untuk membantu posisi tenaga pendidik di SMP saya tercinta sebagai guru ISMUBA (saat itu saya mengampu KEMUHAMMADIYAHAN) dan diamanahi 4jam perminggunya. Ohiya saat itu saya masih skripsi. Jadi kegiatannya les 2 kali dalam seminggu dan ke sekolah tiap Sabtu, selebihnya cuma galau skripsi dan dolan dolan tak jelas. Alhamdulillaah saya sangat menikmati rutinitas kala itu, sekalipun honor perbulan (dari les dan ngajar di SMP) pada saat itu tidak lebih dari 500rb.

Uang sekitar 500rb perbulan adalah besar bagi saya pada saat itu. Karena memang sebelumnya saya belum pernah pegang uang 500rban perbulan secara rutin, dan belum mikir tuntutan kebutuhan, dan (lagi) saya tidak menganggap saya kerja dan digaji namun lebih ke saya membantu lalu mendapat bonus. Jadi lumayan banget lah 500rb itu.

Senin Senin ke pantai? Siapa takut!

Kesimpulannya 2015 sedikit nguli, relatif sedikit uang, banyak waktu luang #yess



Temennya Teteh #PantangMundurSebelumGajian


Namun semua itu berubah ketika saya mulai kenal dengan TEMENNYA TETEH yang menyanyikan Himne KPR (Kami Pengen Rumah). "Oh kalau begini saya harus punya penghasilan yang memadai!"






Bagaikan gayung bersambut, setelah saya wisuda ada tawaran untuk membantu ngisi posisi tenaga pendidik tiap hari Ahad di instansi lain (selain SMP saya) lalu beruntun pertemuan les jadi 3x seminggu dan (lagi) di SMP pun jamnya bertambah jadi full 6 hari sekolah namun saya nego jadi 5 hari saja *cheers*. Al hasil setiap hari adalah hari Senin, tak ada weekend!

Alasannya:
tirto.id

Bertambahnya durasi "nguli" berbanding lurus dengan bertambahnya pemasukan. 

Pun begitu pada dasarnya saya belum punya profesi tetap (atau posisi yang aman) karena ketiga tiganya saya anggap freelance (semacam kontrak lepas) bukan nguli tetap yang menjamin saya di angka yang aman. Sehingga mau tidak mau saya harus mengamankan posisi saya dengan cara rakus "tawaran nguli" supaya bisa mencapai target buat beaya #KPR

tirto.id
Wahai kawan kawanku, maafkan aku menduakanmu hanya untuk acara pribadiku aku absen dari kumpulan, rapat, kajian, atau sekedar dolan bersama. 

Semua pekerjaan ada keunggulan dan kelemahannya masing masing, cintai apa yang kita kerjakan :)   


  
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar