Jumat, 13 Oktober 2017

"The Seven Secrets of Writing for Peer Reviewed Journal"

| No comment





Tujuh Rahasia Cara Menulis untuk Jurnal dengan Sistem Review Sejawat
Allan Leslie White
QITEP untuk Bidang Matematika
Yogyakarta Indonesia

Terjemahan oleh Japen Sarage PBI FKIP UAD

Makalah ini disajikan untuk bahan workshop penulisan ilmiah yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada tanggal 14 Oktober 2017. Pada akhir kegiatan peserta diharapkan dapat begabunng dalam kelompok penulis dan membuat rencana awal untuk sebuah artikel serta melaksanakan tujuh rahasia menulis untuk jurnal dengan sistem review sejawat.


Menulis karya ilmiah bagi mahasiswa, guru, dan akademisi mungkin sesuatu yang sulit namun tentu ada saja jalan  untuk menjadikannya tidak begitu sulit. Akademisi di Australia diharapkan menulis  jurnal secara berkala. Universitas-universitas di Australia menyediakan dana tambahan yang diperoleh dari pemerintah federal untuk para penulis tergantung jumlah publikasinya, demikian pula kenaikan jabatan akademik akan dipersulit tanpa reputasi publikasi yang memadai.

=========================================================================
 JADI, MENULISLAH!!


Salaam..

Masih hangat ingatan saya mengenang masa masa "GALAU SKRIPSI", ya bukan rahasia kalau skripsi saya lama. Hampir 2 tahun saya habiskan hanya untuk menyelesaikan tulisan 5 bab tersebut. Saya memang rada suka nulis, tapi kalau nulis tulisan ilmiah saya belum menyukainya :v

Tenang, saya tidak akan curhat tentang diri saya, berikut akan saya bagikan hasil rangkuman acara workshop "The Seven Secrets of Writing for Peer Reviewed Journals" yang diselenggarakan oleh Magister Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada tanggal 12 Oktober 2017, dengan pembicara utama Prof. Allan Leslie White, Ph.D.

Nb. Karena saya di pendidikan, saya lebih banyak menggunakan istilah "kelas" atau "sekolah".



 7 Rahasia Menulis Jurnal dengan sistem review teman sejawat

1. Temukan Sesuatu untuk ditulis

a. Cari ide yang "bagus" dari sekolah/lingkungan, orang lain, internet, maupun buku (jurnal lain) dari perpustakaan misalnya.
b. Setelah dapat ide, coba renungkan apakah sesuai dengan kemampuan anda?  (Sebaiknya ide sesuai dengan kemampuan) tidak perlu maksa, apalagi kalau masih newbie semacam saya :v
c. Ingat, 1 gagasan utama hanya untuk 1 Jurnal saja. 
d. Tentukan ide atau gagasan anda akan ditulis menjadi "teori" atau "penerapan di kelas"
e. TIPS: Yang direview pertama kali adalah Daftar Pustaka yang dikaitkan dengan Ide atau gagasan utama. Jadi, gagasan utama harus nyambung dengan tinjauan pustaka dan daftar pustakanya. Lalu usahakan gagasan utama muncul pada kalimat pendahuluan (Judul nyambung dengan pendahuluan).
Saya ingat ketika bimbingan Skripsi sebelum pendadaran,  Dr. Suparman, M.Si.,DEA. (dosen pembimbing saya) memeriksa daftar pustaka saya dengan teliti, ternyata inilah maksudnya. 


2. Katakan Tidak pada Gangguan

Nulis maupun nggak nulis, gangguan bakalan ada. Yang sudah berkeluarga beralasan sibuk ngurus anak, eh yang belum berkeluarga beralasan sibuk nyari calon pasangan :v #ehh

Sama sama ada gangguan mendingan nulis dong ya :D
a. Luangkan waktu khusus dalam sehari untuk menulis (misal pagi setelah shubuh) barangkali 1 jam saja.
b. Yakinlah sesungguhnya kita tidak kekurangan waktu. 2 orang dengan jatah waktu sehari 24 jam ada yang bisa produktif mengerjakan 6 pekerjaan, ada juga yang 1 pekerjaan saja tidak selesai.(Saya teringat kawan saya Melli Ristya, beliau adalah sesibuk sibuknya orang Banguntapan bahkan mengalahkan Fajrul Islami, jadi klo sedang di hadapan Melli saya tidak akan berani beralasan sok sibuk, dia aja yang lebih sibuk bisa menerima amanah, masa saya yang lebih selo menolak?)
c. Nulis adalah bagian dari karir. Yah, bagi bapak ibu guru mungkin sudah mulai dikejar kejar menulis karya ilmiah ya :D wkwkwk
d. Cari info bagaimana cara menulis yang baik. Anda bisa mengikuti workshop atau pelatihan menulis karya ilmiah.


3. Semakin banyak tulisan semakin mudah

Ibarat skripsi tinggal nulis kesimpulan pada umumnya bakalan cepet, daripada yang belum mikir judul :v iya lah.. Ibarat sudah melihat garis finish tentunya akan makin semangat menuju ke finsih.
a. Carilah jurnal lain atau buku yang memuat pendapat seorang ahli maupun hasil penelitian yang akan anda jadikan sebagai rujukan maupun kutipan yang relevan dengan gagasan anda.
b. Anda perlu menulis saat anda membaca atau setelah membaca (buatlah rangkuman). Hal ini akan mempermudah proses membuat jurnal.


4. Menulis bukan kegiatan "Solitary", jadi cobalah mencari bantuan orang lain.

  bersambung..
 .
Kedaulatan Rakyat | 13 Okt 2017 | Halaman 2

Untuk versi lengkapnya dapat diunduh di sini
Tags : ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar