Selasa, 01 Juli 2014

Kenapa diunfriend?

| No comment
thedrum.com


Pemberitahuan kepada teman-teman yang pernah FBan sama saya, pertama-tama (wualah apah) saya ingin menjelaskan bahwa berkurangnya friend list di akun facebook saya yang semula ada ribuan, kini tinggal 175 itu memang saya sengaja. Tapi bukan berarti saya membenci, maupun bermasalah dengan teman-teman yg saya unfriend akun FBnya ya. Lalu kenapa? Kenapa ??




Sejak awal-awal FBan saya sudah melakukan hal yang sama, namun waktu itu saya unfriend seseorang karena sama sekali ga kenal dan memang ga mau kenal (waktu itu saya masih sangat anak-anak, takut sama dunia luar) :D
Kemudian dalam perkembangannya FB berfungsi sebagai media komunikasi dengan teman-teman sekolah maupun organisasi yang boleh dibilang sudah akrab. Misal ada tugas apa gitu ketuanya posting di FB. Karena jumlah pertemanan saya waktu itu cukup banyak sehingga postingan/status teman saya yang berisi informasi malah tidak sempat saya lihat karena tertimbun oleh status teman-teman lainnya. (Waktu itu belum ngetrend mention-mention-an.) Dan saya putuskan untuk bersih-bersih friend list.

Selanjutnya dalam rangka menindaklanjuti usulan seseorang (sebut saja Yunan) saya mulai menghilangkan satu persatu teman yang ada dalam friend list FB saya. Caranya bagaimana? Mulai dari acak hingga menggunakan urutan. Ada yang seru saat menghapus/unfriend teman yang sebenarnya asik dan sayang banget klo diunfriend tapi kena urutan yg harus dihapus.. Hapus nggak ya hapus nggak ya?? Yah kehapus T_T  tak jarang karena kangen dan cuma FB satu-satunya media yang mempertemukan kita (eaaa) akhirnya saya mengiriminya req. pertemanan LAGI :D wkwkwk

Dan begitulah tinggal 175  mungkin nantinya akan berkurang lagi.
Lalu bagaimana dengan yang diblokir??
Wah diblokir ya? Klo itu saya no comment yakk :P


wkwkwk selesai? 
Tidak kok, saya masih FBan. Mungkin suatu ketika kamu menjumpai saya yg sedang mengomentari status teman kita, lalu kamu kaget.. Lhoh kok Zunan nggak berteman denganku ya? Ya begitulah..
Tapi saya tetap temenan kok, sungguh.
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar