Senin, 14 April 2014

Media Pembelajaran Elektronik Menurut Saya


Salaam..
"Enak ya bisa mengikuti pelajaran sekolah tanpa harus datang ke sekolah? Ya streamingan gitu dari rumah, nyimak video pembelajaran seperti nonton Youtube. Iya enak yang sudah punya laptop, ada koneksi internet, dan nggak pake lelet. Terus gimana dong nasib kita-kita yang buka laptop aja nggak bisa??"

Baru saja buat media pembelajarannya, masih jauh dari kata "Jadi" (selesai), eh sudah muncul berbagai pertanyaan.. Kira-kira ini nanti ada yg menggunakan tidak ya? Buatnya saja nggak gampang kalo cuma jadi pajangan di rak seperti yang sudah-sudah khan sia-sia.  "Wohey, nggak ada yang sia-sia Nan."  Iya-iya. Nggak sia-sianya khan dalam rangka  memenuhi tugas mata kuliahnya Pak Fahmi. Fahimtum? Yess Fahimna.


Okee jadi begini ceritanya.. Media pembelajaran elektronik memang menarik. Bisa membantu kita-kita untuk belajar dari mana saja dan kapan saja semau kita (asal ada medianya) :P
Bisa juga membantu kita-kita untuk memahami materi-materi yang abstrak seperti matematika. Atau kalo bapak/ibu guru sedang ada rapat sehingga nggak bisa ngajar, murid-muridnya bisa belajar dengan media pembelajaran elektronik ini. Keren kan?

Menurut saya tidak sekeren itu. #lhoh
Kenapa? Ada 8 alasan yang menyebabkan dia tidak keren:


1. Harus ada media utamanya. 
Ya media pembelajarannya itu sendiri, nggak semua orang bisa membuatnya.
2. Harus ada media pendukungnya (misal laptop, tablet PC), nggak semua orang punya
3. Harus bisa mengoprasikan laptop atau tablet PC yang digunakan, ada lho yg punya laptop tapi belum bisa menggunakannya..
4. Harus ada daya listrik. Klo laptopnya lowbat gimana?
5. Bila menggunakan koneksi internet, harus ada koneksi internet, tentunya yang nggak pake lelet. Nah ini dia, misal Bu Guru memberikan video pembelajaran yang kudu ditonton secara online (streaming) lalu koneksi internet kamu belum memadahi, pas nonton ada acara buffering, piye perasaanmu? #akurapopo 
6. Memandang layar laptop kadang kurang nyaman untuk beberapa orang. Saya sendiri merasa tidak nyaman kalo berada terlalu lama di depan layar laptop yang menyala. 
7. Media pembelajaran kalah menarik, dia tidak dilirik. Tau sendiri banyak hal menarik yang dapat di jalankan melalui laptop maupun smart phone. Kalo media pembelajarannya kurang menarik, kita-kita lebih suka mengakses hal lain, maen game misalnya. Yuhhuiii bro, ada Game Syuper Mario Bross 2013 ya? Lupa deh belajarnya malah asik buka yang lainnya.
8. Kebiasaan belajar sendiri dan mandiri, seseorang bisa lupa bila ia adalah manusia sosial. Ini yang saya takutkan. Ketika saya sudah asik dengan laptop saya di dalam rumah sehingga melupakan dunia yang lebih nyata di luar sana dan berubah menjadi manusia anti sosial. 

Coba kalo saya buat media pembelajaran yang menarik, lalu membuat seorang anak terlalu tertarik dengannya sehingga ia melupakan dunianya. #masalah #merasaberdosa #instaplah Hmm.. terus?Kalo bisa sih saya lebih ngarep pembelajaran yang lebih nyata, lebih langsung, dan bisa mendekatkan yang jauh dan tidak menjauhkan yang dekat. Tapi,,, Tetep saja hal-hal yang berbau komputer dan internet, saya menyukainya :D


Tags : ,